Sistem informasi saat ini semakin berkembang pesat membuat semua pekerjaan dikehidupan ini banyak yang sudah beralih dibantu oleh teknologi informasi. Teknologi yang dapat membatu lebih mudah, cepat, aman dan efektif jelas sangatlah membantu siapa saja yang memanfaatkannya. Termasuk didalamnya untuk membantu setiap orang dalam mencari informasi tentang pelayanan klinis maupun administratifnya didalam bidang kesehatan.
Rumah sakit merupakan salah satu instansi pelayanan umum yang memerlukan sistem informasi. Informasi tersebut berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu rumah sakit memerlukan sebuah sistem-sistem informasi manajemen untuk meningkatkan mutu pellayanan medis yang terintergrasi dengan fungsi utama rumah sakit kedalam satu sistem terpadu yang tersimpan dalam pusat datebase sehingga dapat membantu masyarakat dalam mencari informasi secara cepat, efisien dan efektif.
Halaman Judul Abstrak Daftar isi 1. PENDAHULUAN 2. METODE PENELITIAN 2.1 Metode yang Digunakan 2.2 Metode Pengumpulan Data 2.3 Metode Analisis 2.4 Perancangan Aplikasi 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 KEBUTUHAN SOFTWARE DAN HARDWARE 3.2 ANALISIS PERMASALAHAN 3.3 SOLUSI 3.4 PERANCANGAN APLIKASI 3.5 PERANCANGAN DATABASE 3.6 PERANCANGAN SISTEM 3.6.1 Use Case Diagram 3.5.2 Actifity Diagram 3.5.3 Sequence Diagram 3.5.4. State Chart Diagram 3.5.5. Class Diagram 3.5.6. Deployment Diagram 3.5.7. Technology Stack Diagram 3.5.8. Design Tampilan
Melihat semain majunya perkembangan teknologi sekarang ini, dibutuhkan suatu sistem informasi yang bisa memudahkan serta meningkatkan efisiensi kinerja dalam berbagai hal. Hasil dari sistem informasi yang baik adalah sistem informasi yang memudahkan dan berguna bagi instasi yang menggunakan. Sistem kerja yang tertata sesuai struktur yang ada adalah hal yang bisa meningkatkan kinerja dari suatu instansi.
Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dengan pesat dan banyaknya kebutuhan dalam teknologi informasi, dimana banyak instansi yang ingin menggunakan teknologi yang ada secara optimal sesuai kebutuhan mencapai hasil kerja yang baik bagi instansi tersebut. Dengan melihat institusi rumah sakit selalu mendapatkan tekanan untuk dapat memperbaiki pelayanan medis, mengurasi kesalahan medis, menyediakan akses informasi yang tepat waktu, dan pada saat yang sama harus bisa memonitor aktifitas pelayanan serta mengendaliakan biaya operasional. Untuk dapat memenuhi tuntutan ini, rumah sakit harus memiliki sistem informasi manajemen ( SIM ) terintegrasi yang bisa sharing informasi real-time, tepat dan akurat. Sistem informasi manajemen ini tidak bisa berjalan secara otomatis apabila tidk didukung sistem perangat lunak (Software Systems) atau sistem enterprise (Enterprise Software) yang sudah terdaftar dalam server rumah sakit tersebut.
Untuk memperoleh data yang dapat menunjang aplikasi ini, maka diperlukan data teoritis dan data instansi terkait untuk mendapatkan data dan informasi yang berhubung dengan aplikasi ini.
Adapun penyususan melakukan beberapa penelitian yang diakukan dengan :
penulis mengunakan metode prorotype untuk melakukan perancangan aplikasi pengaduan berbasis web dan android ini.
Untuk mengumpulan data yang diperlukan untuk membangun sistem ini diadakan wawancara dan studi pustaka. Pengumpulan data ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan dan gambaran sistem yang sedang berjalan sehingga dapat mengembangkannya untuk membentuk sistem baru yang dapat mendukung sistem yang sedang berjalan.
- Studi pustaka, melakukan pengumpulan informasi dari buku text, internet sebagai referensi.
- Wawancara, melakukan pengumpulan informasi dari hasil diskusi dengan pihak terkait sebagai bahan referensi
Pada metode ini dibuat aplikasi dengan melakukan analisis terhadap sistem yang sedang berjalan, analisis permasalahan yang ada, dan diberikan solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada.
Setelah mengetahui masalah yang masyarakat hadapi pada saat melakukan pengaduan, maka akan dirancang aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan untuk mempermudah masyarakat mencari informasi tentang rumah sakit khususnya di Banten.
Berikut adalah delapan aturan emas dalam perancangan user interface dalam pembuatan aplikasi yang dikemukakan oleh Shneiderman dan Plaisant (2010: 74 ), yaitu:
-
Berusaha untuk konsisten
Konsisten serangkaian action harus ada disituaasi yang sama, dalam perancangan User Interface, konsistensi sangat dianjurkan agar para pengguna tidak akan bingung dengan desain yang kita buat.
-
Kegunaan yang universal
Mengenali kebutuhan dari berbagai user akan desain untuk kemudahan pemakai seperti misalnya, penggunaan shortcut untuk meningkatkan kecepatan interaksi dengan aplikasi yang kita buat.
-
Memberikan Feedback yang informatif
Untuk setiap tindakan pengguna, harus ada sistem feedback. Untuk setiap tindakan yang sering dilakukan dan tidak terlalu penting, dapat diberikan Feedback yang sederhana.
-
Merancang dialog untuk menghasilkan suatu penutupaan
Urutan tindakan sebaiknya diorganisir dalam suatu kelompok dengan bagian awal, tengah, dan akhir.**
-
Prevent Errors
Sebiasa mungkin desain aplokasi kita agar pengguna tidak melakukan kesalahan fatal. Dan apabila pengguna melakukan kesalahan, maka aplikasi harus mendeteksi kesalahan dan menuntun pengguna untuk memperbaiki kesalah tersebut.
-
Memudahkan untuk kembali ke tindakan sebelumnya.
Hal ini dapat mengurangi kekhawatiran pengguna untuk mengambil tindakan. Karena, apabila terdapat kesalahan pengguna akan mudah kembali ketindakan sebelumnya.
-
Mendukung kendali internal
Memberikan pengguna kendali penuh terhadap aplikasi yang digunakan. Karena para pengguna lebih suka merasa bahwa mereka yang memegang kendali terhadap apikasi daripada mereka yang dikendali aplikasi.
-
Mengurangi ingatan jangka pendek
Jangan membuat para pengguna mengingat terlalu banyak akan tampilan halaman, kode, dan tombol-tombol. Sebaikya jadikan semua itu simple.
Adapun alat bantu software dan hardware dalam melakukan analisis dan perancangan aadalah sebagai berikut:
- Ubuntu 17.04
- Typora (Markdown)
- Gliffy Diagram
Laptop dengan spesifikasi sebagai berikut:
- Intel Celeron N2830 Speed 2.16 Ghz Turbo Boost 2.14 Ghz
- Memori DDR3 2GB
- Hard disk 500GB
Permasalahan yang terjadi dalam masyarakat saat ini adalah sebagai berikut:
- Kurang efektif dalam hal waktu pada saat ingin melakukan konsultasi pasien harus bertemu dengan dokter dirumah sakit tanpa mengetahui apakah dokter tersebut hadir atau tidak
- Kurangnya informasi yang diterima oeh masyarakat tentang jumlah ruang rawat inap sehingga susah melarikan orang yang sedang sakit
- Kurangnya informasi tentang obat yang dikonsumsi oleh pasien
Solusi yang kami tawarkan adalah pembuatan sebuah sistem informasi manajemen yang mencakup;
- Konten Konsultasi antara pasien dan dokter
- Konten jumlah ruang rawat inap yang tersedia di rumah sakit
- Konten obat yag memberikan info tentang obat yang terdapat di rumah sakit beserta harganya
"Aplikasi dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Provinsi Banten Berbasis Web" adalah sebuah aplikasi yang memberikan informasi tentang segala kegiatan pelayanan klinis maupun administratif rumah sakit yang terdapat di Banten. masyarakat dapat mengakses aplikasi ini dengan cara membuka aplikasi dari web. Semua informasi dapat di input oleh pihak rumah sakit, admin dan apoteker yang nanti akan tersimpan semua data kedalam pusat database.
pada database yang digunakan oleh single user atau hanya beberapa user saja, perancangan database tidak sulit. tetapi jika ukuran database yang sedang atau besar ( 25 - ratusan user yang berisikan jutaan bytes informasi dan melibatkan ratusan query dan program program aplikasi) perancangan database menjadi sangat komplek. Oleh karena itu para pemakai mengharapkan penggunaan database yang sedemikian rupa sehingga sistem harus dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan seluruh user tersebut.
- Untuk memenuhi informasi yang diberisikan kebutuhan-kebutuhan user secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
- Memudahkan pengertian struktur informasi
- Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time dan storage space)
proses perancangan database terdiri dari 6 tahap:
- Tahap 1, Pengumpulan data dan analisis
- Tahap 2, Perancangan database secara konseptual
- tahap 3, Pemilihan DBMS
- Tahap 4, Perancangan Database secara logika (data model mapping)
- Tahap 5, Perancangan database secara fisik
- Tahap 6, Implementasi sistem database
semakin banyak permintaan kepada aplikasi dapat mempengaruhi data yg terdapat di database. Contoh relasi permintaan aplikasi dengan status dan log
Permodelan rancangan sistem yang dgunakan adalah UML (Unified Modeling Language). Menurut Whitten dan Bentley (2007, p.381), Unified Modeling Language adalah kumpulan rancangan diagram untuk membangun sebuah sistem atau aplikasi yang dimana setiap diagram menyediakan sistem informasi kepada tim pengembang dengan berbagai sudut pandang yang berbeda-beda. UML yang kami gunakan terdiri dari use case diagram, activity diagram, sequence diagram, state chart diagram, class diagram, deploymen diagram dan technology diagram.











































